Menjadi Arsitektur Fotografi Yang Penuh Estetika

Arsitektur fotografi adalah semua hal tentang bangunan, monumen, interior, dan eksterior yang diabadikan dalam sebuah kelis foto. Entah gambar itu untuk tujuan seni, atau untuk mendokumentasikan estetika suatu struktur. Jenis profesi yang satu ini jauh lebih lambat daripada bidang lainnya, terutama dibandingkan dengan foto jurnalistik atau fotografi olahraga. Selengkapnya, simak ulasannya berikut ini!

Mengetahui Apa Itu Arsitektur Fotografi

Dengan adanya teknologi yang mengelilingi kehidupan modern, arsitektur terus berkembang. Baik itu bangunan hunian satu lantai yang sederhana atau kantor pusat perusahaan yang canggih, masing-masing merupakan karya seni, karya seorang arsitek. Namun faktanya, banyak orang sering menerima begitu saja.

Hanya sedikit orang yang akan mengagumi bangunan atau interiornya. Beberapa orang mungkin mengambil gambar, tetapi inilah yang paling mereka inginkan. Namun kini arsitektur tentang fotografi tahu cara menghidupkan sebuah bangunan.  Ketika satu per satu arsitek mulai membuat satu karya agung. Karya-karya ini biasanya istana mewah dan dirancang dengan rumit, dengan foto digunakan untuk merekam pekerjaan yang dilakukan.

Klasifikasi Dalam Arsitektur fotografi

Adanya arsitektur tentang fotografi ini biasanya digambarkan sebagai bentuk fotografi yang menggunakan bangunan dan struktur lainnya sebagai subjek. Dari berbagai aspek yang ada, arsitektur ini memiliki banyak klasifikasi. Berikut beberapa klarifikasi dari arsitektur akan fotografi tersebut:

1. Arsitektur Fotografi Eksterior

Arsitektur semacam ini memanfaatkan cahaya siang atau sumber cahaya yang baik. Cahaya bulan, cahaya sekitar dari lampu jalan dan lampu eksterior pada bangunan bsia menjadi salah satu caranya. Seorang fotografer arsitektur eksterior lebih menyukai pemandangan dengan lansekap yang bagus di sekitar bangunan.

Dengan  memadukan estetika struktur dengan lingkungannya, hal ini seperti menangkap adegan dalam elemen alam atau lingkungannya. Senang mengambil bidikan yang menunjukkan garis bangunan atau struktur yang sempurna dan bersih adalah cara yang baik. hal yang paling baik juga bisa dengan  mengambil gambar terhadap langit yang cerah. Tujuan utama seorang fotografer arsitektur eksterior adalah untuk mengundang minat dan keingintahuan di antara khalayak.

2. Klasifikasi Interior

Meskipun Arsitektur fotografi Interior juga akan menemukan cara untuk menggunakan pencahayaan sekitar, namun masih akan ada kebutuhan untuk menambahkan lebih banyak cahaya. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan pencahayaan tambahan, yang paling populer adalah lampu kilat.

Inilah sebabnya mengapa fotografi dalam ruangan dianggap sebagai fotografi terkontrol. Fotografer mengendalikan situasi dengan menyesuaikan pencahayaan. Dalam arsitektur jenis fotografi ini, elemen yang paling penting adalah ruang. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa mereka yang mengambil bidikan interior bangunan menggunakan lensa sudut lebar. Mereka akan lebih mampu menangkap gambar lengkap, termasuk elemen estetika.

Menjadi Arsitektur Fotografi Yang Penuh Estetika

Dengan latihan, tentu akan mengembangkan mata untuk menjadi fotografi yang hebat. Namun tentunya harus mengetahui bagaimana cara yang tepat. Hal ini akan menjadikan sebuah subjek dengan cara yang lebih menarik, menghindari komposisi yang sering diulang dan menyuntikkan lebih banyak kepribadian ke foto. Berikut cara agar mampu menjadi arsitektur tentang fotografi penuh estetika:

1. Ketika Objek Arsitektur Lama

Saat memotret arsitektur lama, komposisi yang sederhana dan sederhana biasanya paling baik, menunjukkan keindahan alami dan keanggunan bangunan. Biasanya membantu memasukkan beberapa pemandangan di sekitarnya untuk memberikan konteks pada arsitektur dan membuatnya terasa kurang sempit.

2. Mendapatkan Bangunan Arsitektur Modern

Lain halnya dengan arsitektur lama, saat memotret arsitektur modern dapat menggunakan gaya abstrak yang jauh lebih modern. Lakukan percobaan dengan lensa sudut lebar untuk menghasilkan perspektif ekstrem, atau potret bangunan dari sudut yang tidak biasa. Selain itu, karena bangunan modern sering kali saling berdekatan, dapat juga dengan memangkasnya dengan rapat tanpa membuat foto tersebut terasa tidak wajar.

3. Pertimbangan Dua Sisi

Pertanyaan apakah akan menunjukkan lingkungan gedung atau tidak tergantung pada situasi dan pesan yang ingin disampaikan. Tanyakan pada diri sendiri apakah menempatkan bangunan dalam konteks akan menambah atau mengurangi foto. Jika pemandangan itu memuji bangunan, maka potretlah foto yang lebih luas, tetapi jika lingkungan sekitarnya tidak sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan maka hilangkan.

4. Pencahayaan Alami Seperti Petir

Pencahayaan adalah bagian penting dari arsitektur fotografi. Tentu saja kita tidak memiliki pendapat mengenai posisi dan orientasi suatu bangunan, dan penerangan bangunan itu sendiri biasanya tidak mungkin. Pencahayaan sisi depan memberikan banyak iluminasi dan juga memberikan bayangan panjang dan menarik di seluruh wajah bangunan. Membuat detail permukaannya menonjol dan memberikan bangunan tampilan yang lebih tiga dimensi.

5. Menembak Di Malam Hari

Bahkan arsitektur yang paling membosankan dapat menjadi hidup di malam hari. Pada kenyataannya banyak bangunan modern dan pusat kota dirancang khusus dengan mempertimbangkan waktu malam. Setelah gelap bangunan-bangunan ini diterangi oleh puluhan lampu yang membawa warna dan semangat, dan memberikan bayangan fantastis di seluruh permukaan bangunan.

6. Mengurangi Distorsi

Jika memotret sebuah bangunan dari jarak yang terlalu dekat, itu bisa membuat dinding tampak terdistorsi, seolah-olah seluruh bangunan menonjol keluar. Meskipun ini bisa menjadi efek yang menarik dalam dirinya sendiri, dengan menguranginya akan tidak terlalu mengganggu. Bahkan dengan menggunakan lensa telefoto dan memotret arsitektur dari jauh, akan menemukan dinding dan garis bangunan tampak lurus.

7. Pilih Detail Menarik

Sebagian besar arsitektur fotografi ditutupi dengan detail skala kecil yang membuat foto-foto mempesona di kanan mereka sendiri. Dari jendela hiasan hingga pola paku keling hingga hiasan cornice. Berhati-hatilah untuk detail ini dan potong ketat untuk foto yang lebih intim yang menyampaikan karakter arsitektur.

8. Mengolah Mindset

Saat memotret arsitektur, mudah terjebak dalam pola pikir bahwa arsitektur sama dengan bangunan. Tentu saja ini tidak bisa jauh dari kebenaran, dan pada kenyataannya sebagian besar struktur buatan manusia berada di bawah payung arsitektur. Jembatan, menara, kincir angin, monumen, dan bahkan tiang lampu bukanlah bangunan. Pikirkan secara lateral dan lihat apakah dapat menemukan beberapa foto menarik yang kebanyakan orang akan lewatkan.

Gambar arsitektur tidak hanya estetika dan grafis, namun juga harus memberikan dinamisme dan gerakan. Sebagai arsitektur fotografi, pastikan untuk memainkan dengan garis, cahaya dan bayangan untuk memberikan minat dan pertimbangkan hierarki level dan area. Arsitektur dibangun berdasarkan prinsip simetri, sehingga menangkap simetri ini pada akhirnya akan memperkuat materi.

Menjadi Arsitektur Fotografi Yang Penuh Estetika | volga writer | 4.5

Leave a Reply