Bahan Bangunan Rumah Ramah Lingkungan

Siapa sih yang tidak ingin memiliki rumahnya sendiri? Sepertinya tidak ada, karena memang rumah adalah salah satu kebutuhan sandang yang harus dipenuhi. Dalam membangun rumah atau pun renovasi rumah, pastinya diperlukan bahan bangunan rumah bukan? Nah, kali ini akan dibahas tentang bahan-bahan bangunan yang ramah lingkungan dan tetap kuat tentunya.

Menggunakan bahan bangunan yang tahan lama memang penting, namun yang tak kalah penting juga adalah memilih bahan bangunan yang ramah lingkungan. Rumah yang indah dan fungsional bisa tercipta dengan memberikan yang bahan terbaik untuk pembangunannya. Jadi sangat penting untuk semuanya mengetahui tentang bagaimana kriteria bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Pentingnya Menggunakan Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

Bahan bangunan ramah lingkungan itu ada beberapa kriteria baru bisa disebut ramah lingkungan. Beberapa diantaranya adalah bahan bekas yang masih bisa dipakai, diberi sentuhan dan pembaruan sedikit akan tetap bisa digunakan. Harganya pun akan menjadi lebih murah. Berikut ini beberapa kriterian bahan yang dikategorikan sebagai bahan ramah lingkungan:

– Material pembuatannya tidak mengandung zat-zat berbahaya bagi lingkungan
– Tidak beracun saat sudah digunakan maupun sebelum digunakan
–  Membuat pemakainya satu langkah lebih dekat dengan alam. Artinya, lebih dekat dengan alam karena terbuat dari material yang ramah lingkungan.
– Material dapat terurai dengan alami dan cepat• Mudah didapatkan dan tak perlu ongkos besar. Maksudnya ongkos pasti membutuhkan bahan bakar untuk memindahkan, kalau didapatnya mudah pasti akan menghemat energi.

Kriteria bahan bangunan rumah di atas tersebut bila dimiliki dan digunakan dalam proses konstruksi rumah akan lebih baik. Hal-hal yang mengingatkan seseorang dengan lingkungan akan membuatnya sadar dan bijak dalam melakukan sesuatu agar kelestarian lingkungan selalu terjaga dan bisa digunakan di masa mendatang.

Apa Saja Bahan Bangunan Yang Dibutuhkan?

Setelah mengetahui kriteria bahan bangunan ramah lingkungan, tentunya pembaca ingin mengetahui apa-apa saja yang menjadi daftar bahan yang diperlukan dalam membangun atau merovasi suatu rumah, di bawah ini beberapa daftar bahan yang bisa dijadikan referensi bagi yang saat ini masih bingung mencari material bangunan untuk rumahnya:

1. Batu Fondasi

Sebelum memutuskan ke toko bangunan, pastinya sudah ada list yang dibuat sebelumnya agar transaksi lancar nantinya. Untuk bahan bangunan rumah yang pertama tentunya membutuhkan sebuah pondasi sebagai dasar sebuah bangunan. Biasanya pondasi ini paling pertama kali dibuat dalam membangun sebuah bangunan.

Ada beberapa kategori atau material yang bisa digunakan dan tentunya ramah lingkungan. Beberapa diantaranya adalah batu kali, batu gunung atau pun batu bata. Jumlah yang harus dibeli disesuaikan dengan kebutuhan atau luas bangunan yang ingin dibangun. Toko bangunan biasanya menjual per truk, jadi harus tahu dulu ya kira-kira berapa truk yang dibutuhkan.

2. Semen

Material yang juga harus ada dalam sebuah pembangunan ialah semen. Peranan semen dalam membangun dan juga merenovasi sangatlah krusial dan penting. Banyak sekali fungsi dari semen ini, dan bahkan sebuah bangunan tidak bisa berdiri tanpa bahan bangunan rumah satu ini. Fungsi dari semen sendiri adalah sebagai perekat dan juga penyambung.

Bisa dibayangkan bagaimana batu pondasi merekat sendiri? Tentunya tidak. Diperlukan perekat agar bisa membentuk satu kesatuan yang utuh. Semen dijadikan sebagai perekat batu fondasi, perekat batu-bata yang dipasang pada dinding, dan juga sebagai bahan dalam memplester dinding dan membuat lantai semen ekspos.

3. Pasir

Pasir mungkin menjadi salah satu bahan bangunan ramah lingkungan yang digunakan. Asalnya saja dari alam, pastinya juga bersifat alam alias tidak berbahaya. Bahan ini juga menjadi faktor pendukung dari sebuah pembangunan. Bagaimana tidak, pasir menjadi semen juga harus dicampurkan dengan bahan satu ini agar bisa jadi perekat yang kuat.

Bersama dengan semen dan air, pasir membentuk sebuah adonan yang kemudian dijadikan perekat batu-bata, pondasi, plester dinding dan dan juga untuk membentuk sebuah tiang bangunan. Pemilihan pasir yang berkualitas juga sangat penting, karena semakin baik kualitas pasir maka semakin baik pula kualitas adonan perekat yang dibuat.

4. Baja

Kerangka rumah menjadi salah satu rancangan pembangunan rumah yang harus diperhatikan, ini menjadi sebuah pedoman bagaimana bangunan itu dibentuk. Baja menjadi salah satu yang digunakan untuk membuat kerangka rumah itu tadi. Seperti membuat tiang pada rumah dan lain sebagainya.

Keberadaan kerangka ini membuat bangunan menjadi lebih rapih.
Tak hanya sebagai kerangka saja, penggunaan baja juga digunakan untuk menguatkan dinding bangunan. Jadi, tidak hanya menggunakan batu bata saja, baja juga penting digunakan dalam memperkokoh suatu bangunan. Sebaiknya pilihlah baja ringan, agar bobotnya tidak membebani pondasi rumah yang dibuat.

5. Batu Bata/Batako

Seperti yang sudah disebutkan sebelum-sebelumnya bahwa batu-bata itu digunakan untuk mengisi kerangka bangunan yang dibuat. Ada beberapa jenis batu-bata yang umum digunakan oleh orang-orang sebagai bahan bangunan rumah mereka. Dianggap memberikan kesan adem, batu bata yang terbuat dari tanah liat ternyata menjadi andalan banyak orang.

Sekarang ini sudah banyak inovasi lain yang diciptakan, seperti batu bata yang terbuat dari beberapa campuran yang membuatnya lebih ringan tapi sedikit lebih mahal, yakni bata ringan atau biasa disebut hebel. Hebel ini memang lebih kokoh dibandingkan bat tanah liat, tapi kalau berbicara ramah lingkungan, bata liat lebih unggul.

6. Genteng

Bagaimana, sudah sampai tahap apa pembangunan yang dilakukan? Sudah membuat atap? Nah, bahan bangunan rumah yang tak boleh dilupakan juga adalah atap yang biasanya terbuat dari genteng atau seng. Layaknya pondasi, genteng ini juga menjadi sisi rumah yang penting pengadaannya. Biasanya orang-orang menggunakan genteng ataupun seng.

Jangan khawatir soal bahan yang ramah lingkungan atau tidak, karena sekarang ada beberapa bahan bangunan yang menggunakan bahan yang tidak berbahaya. Seperti genteng yang terbuat dari plastik daur dan karet yang lebih aman saat terjadi gempa. Terbuat dari bahan daur ulang juga pastinya membuat genteng menjadi lebih alami dan tahan lama.

7. Keramik

Jika atap sudah selesai maka yang dibutuhkan selanjutnya tentunya keramik. Sangat tidak mungkin bukan jika semua dinding itu tidak dilapisi oleh keramik dan hanya berupa batu bata yang dipelster saja? Oleh karena itu, masukkan keramik ini dalam list belanjaan bahan bangunan rumah sebelum membangun rumah ya.

Untuk mengetahui bahan detailnya bisa dengan langsung menanyakan ke toko bangunan itu sendiri. Agar lebih variatif, sebaiknya gunakan keramik yang berbeda disetiap ruangannya. Ini akan membuat ruangan menjadi lebih estetik. Jika semuanya selesai, bisa dilanjutkan dengan menghias dan memberikan furniture.

Itulah tadi beberapa ulasan tentang bahan bangunan rumah yang ramah lingkungan dan dibutuhkan dalam membangun suatu rumah. Jangan lupa untuk memperhatikan hal tersebut untuk lingkungan hidup yang lebih baik.

Bahan Bangunan Rumah Ramah Lingkungan | volga writer | 4.5

Leave a Reply