Defenisi warna harmonis desain grafis yang sering digunakan

Banyak desainer menganggap bahwa warna menjadi elemen penting dalam sebuah karya desain grafis. Konsep dari pengaturan lapisan warna yang digunakan untuk setiap bagian dari desain grafis juga akan mempengaruhi seluruh perspektif. Hal ini yang membuat pola warna akan disesuaikan dengan detail konsep dari karya desain grafis itu sendiri. Beberapa karya desain grafis yang menggunakan pola warna cukup banyak tentu saja mmeberikan pengaruh yang cukup berbeda. Kamu juga bisa mempertimbangkan detail warna ideal yang digunakan pada masing-masing lapisan itu. Pilihan warna yang sempurna juga terlihat sangat harmonis. Kondisi ini yang membuat kamu harus memperhatikan seluruh rekomendasi warna harmonis desain grafis.

warna harmonis desain grafis

6 warna harmonis desain grafis yang bisa diterapkan dengan ideal

Penggunaan warna yang sangat ideal juga akan menjadi faktor penting terhadap kondisi mata. Bahkan, kondisi seperti ini juga akan membuat tampilan dari desain grafis itu juga terlihat sangat seimbang. Hal ini memberikan kenyamanan untuk melihat karya desain grafis untuk waktu yang sangat lama. Namun, kamu juga harus mempertimbangkan seluruh detail efek yang diterapkan melalui konsep garis dari karya desain grafis itu. Kolaborasi ideal yang digunakan secara menarik seperti ini memang akan membutuhkan pola warna yang berbeda. Sebaiknya hindari penggunaan detail warna yang berlebihan untuk karya desain grafis sederhana. Penggunaan warna harmonis diharapkan bisa memberikan tampilan berbeda. Berikut ini ada 6 kategori warna harmonis desain grafis yang bisa diterapkan dengan sangat ideal, seperti:

  1. Warna harmonis konsep Analogous

Salah satu dari kategori warna harmonis desain grafis yang sering digunakan adalah Analogous. Ini adalah konsep warna harmonis yang memang disesuaikan dengan kolom atau lingkaran warna. Biasanya lingkaran warna yang diterapkan untuk karya desain grafis terdiri dari banyak pilihan dengan kontras yang berbeda. Konsep dari Analogous adalah penggunaan kolaborasi dua warna yang saling bersebelahan. Detail warna yang bersebelahan seperti ini memang sangat ideal untuk beberapa karya desain. Namun, kamu juga harus memperhitungkan integrasi kontras berbeda terhadap detail lain yang lebih baik.

Penerapan ideal yang digunakan untuk konsep warna ini biasanya terlihat lebih berbeda dengan menentukan integrasi lainnya. Penggunaan lapisan warna dari konsep ini hingga mencapai 3 warna. Namun, kamu juga harus memperhitungkan kontras dari setiap lapisan untuk objek dalam desain grafis. Hal ini diterapkan untuk memberikan pengaruh yang ideal dari tampilan seluruh bagian untuk desain grafis itu sendiri. Bahkan, beberapa desainer profesional kerap menggunakan detail warna ini untuk mendapatkan pola yang lebih baik.

Baca juga : Rumus campuran warna dan contohnya

  1. Warna harmonis konsep Split Komplementer

Detail lain dari konsep warna harmonis yang bisa digunakan oleh para desainer adalah Split Komplementer. Biasanya detail warna harmonis yang diterapkan seperti ini tentu saja melibatkan beberapa pilihan warna. Namun, kolaborasi warna yang digunakan akan melibatkan detail beseberangan. Lapisan elemen yang diberikan akan melibatkan 3 warna dengan karakter dan kontras yang berbeda. Masing-masing dari lapisan warna seperti ini tentu saja terlihat sangat ideal dengan tampilan dari karakter seluruh bagian desain grafis. Pada lingkaran atau roda warna reguler yang sering diintegrasikan oleh desainer maka pemilihan kolaborasi warna dari konsep ini akan mengambil korelasi yang mirip dengan huruf Y. Seluruh lapisan warna yang diberikan juga disesuaikan dengan tampilan detail desain grafis.

Baca juga :: Metode pemilihan warna untuk desain grafis

  1. Warna harmonis konsep Komplementer

Konsep lain dari warna harmonis desain grafis adalah dengan penerapan Komplementer. Tentu saja penerapan warna harmonis ini masih menggunakan detail dari lingkaran atau roda warna. Seluruh bagian detail dari penerapan warna ini memang sering menjadi bagian dari banyak jenis karya desain grafis. Pengaturan ideal yang diberikan untuk seluruh bagian ini tentu saja melibatkan dua warna yang saling berseberangan. Namun, beberapa desainer yang menerapkan konsep warna seperti ini juga akan menemukan kontras warna yang cukup berbeda. Kondisi ini akan membuat hasil dari desain grafis terlihat cukup unik. Penggunaan warna yang saling berseberangan seperti ini sebaiknya disesuaikan dengan ukuran objek dari desain grafis.

 

  1. Warna harmonis konsep Monotone Achromatic

Pilihan dari detail warna harmonis yang bisa diperhitungkan tentu saja dengan konsep Monotone Achromatic. Rekomendasi yang diberikan untuk warna harmonis ini tentu saja sangat ideal untuk beberapa karakter dari desain grafis. Konsep Monotone Achromatic memang akan menawarkan warna yang melibatkan urutan satu bagian dengan lainnya dan berasal dari warna putih hingga hitam. Tentu saja setiap bagian dari lapisan warna seperti itu akan menghasilkan kontras yang sangat berbeda. Seluruh bagian detail menjadi pertimbangan penting dengan warna elegan dari setiap bagian yang digunakan.

Perubahan warna dari putih ke hitam akan menggunakan lapisan kontras yang cukup banyak. Beberapa desainer grafis memang memilih pola lapisan yang sangat ideal untuk seluruh bagian warna itu. Setiap kontras dari warna akan digunakan untuk karakter yang berbeda. Apalagi ada juga tampilan pencampuran dari warna putih dan hitam akan terlihat abu-abu. Pola bagian dari warna yang ideal menjadi pertimbangan penting dengan seluruh elemen yang diberikan.

 

  1. Warna harmonis konsep Monotone Chromatic

Konsep dari warna harmonis lain yang bisa digunakan tentu saja akan melibatkan banyak lapisan. Hal ini juga berlaku untuk konsep Monotone Chromatic yang sering digunakan oleh banyak desainer profesional. Lapisan warna yang diterapkan untuk detail dari warna ini memang menggunakan satu warna. Namun, warna yang dihasilkan tentu saja dengan menampilkan tingkat saturasi yang berbeda antara satu bagian dengan lainnya. Tampilan saturasi warna dengan pola yang menarik menjadi pertimbangan penting untuk bagian yang cukup berbeda melalui penerapan untuk desain grafis.

Detail dari konsep warna harmonis ini memang menampilkan kontras yang cukup berbeda. Bahkan, pola lain yang diberikan dari setiap bagian warna memang terlihat cukup mengesankan. Mungkin kamu juga bisa menggunakan detail dari warna harmonis ini untuk seluruh bagian warna kecuali hitam dan putih. Tingkat saturasi dari detail warna yang diterapkan biasanya digunakan dengan tingkat yang ideal.

Fungsi warna dalam desain grafis

  1. Warna harmonis konsep Triads

Penggunaan lingkaran atau roda warna untuk seluruh bagian desain grafis memang menjadi pertimbangan utama yang ideal. Apalagi kamu juga akan mendapatkan pilihan warna harmonis dengan konsep Triads. Konsep seperti ini akan menggunakan tiga dasar warna sesuai dengan lapisan dari lingkaran warna itu sendiri. Namun, pemilihan lapisan warna yang digunakan akan menerapkan detail segitiga. Pola yang diberikan seperti ini cukup ideal untuk mendapatkan kolaborasi warna yang cukup unik dari setiap sisi. Bahkan, beberapa detail pola warna yang terlihat sangat berbeda akan tampil sempurna bisa digunakan untuk karya desain grafis yang memiliki ukuran objek terbaik. Penyesuaian ini harus terlihat sangat ideal dengan menentukan beberapa bagian lainnya.

Defenisi warna harmonis desain grafis yang sering digunakan | tokogulali | 4.5

Leave a Reply