Desain Arsitektur Adalah Sebuah Jawaban Kebutuhan

Saat mendengar kata arsitektur, orang akan langsung mengaikatnya dengan kata desain. Memang, desain dan arsitektur teramat sulit untuk dilepaskan. Keduanya saling terjalin dan berkaitan erat, saling melengkapi satu sama lain. Terlebih dengan masyarakat sekarang yang semakin modern yang menghargai keindahan, menjadikan desain arsitektur adalah sebagai sebuah kebutuhan dasar yang harus terpenuhi.

Sejatinya, setiap manusia memiliki sisi yang mengagungkan sesuatu yang indah – itulah yang salah satu pembeda antara manusia dengan makhluk lain. Jadi jangan heran melihat banyak orang yang rela mengeluarkan banyak uang demi dapat menikmati keindahan tersebut. Kebutuhan inilah yang kemudian coba dipenuhi oleh desain arsitektur.

Hubungan antara Arsitektur dan Desain

Sejauh sejarah mengingat, arsitektur telah lama berada di tengah-tengah kehidupan manusia. Memang tidak serta merta dijadikan sebagai sebuah paham ilmu dalam rancang bangun. Hanya saja, kebutuhan akan merancang bangunan memang telah dimiliki saat karena manusia membutuhkan tempat tinggal untuk berlindung.

Hasil bukti dari desain arsitektur paling tua yang ditemukan merupakan kumpulan catatan kerja Vitruvius yang hidup sekitar abad pertama masehi. Arsitek asal Romawi ini mengusung paham tentang arsitektur, yakni ketahanan, fungsi, serta keindahan. Hingga kini, paham tersebut pun masih banyak diyakini. Bahwa desain arsitektur adalah tentang bagaimana merangcang bangunan yang tahan lama dan dapat memberikan fungsi optimal, namun tetap memiliki nilai estetika.

Pada dasarnya, arsitektur tidak hanya berhenti pada bagian mendesain saja, melainkan juga saat mulai merencanakan hingga proses membangunnya. Artinya, proses arsitektur ini dimulai dengan menyusun rencana mengenai apa yang akan dibangun. Kemudian rencana ini coba direalisasikan melalui rancangan desain bangunan yang diinginkan. Selanjutnya, tinggal bagaimana mengaplikasikan rancangan yang telah dibuat agar menjadi fisik bangunan yang nyata.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Desain Arsitektur

Dalam merancang sebuah desain bangunan, seorang arsitek memiliki banyak faktor yang turut mempengaruhi rancangannya. Hal ini dikarenakan, desain merupakan sesuatu yang dinamis dan tidak dapat dipaksakan. Oleh karenanya, faktor-faktor yang turut berpengaruh pada desain arsitektur adalah sebagai berikut:

  • Kondisi alam di mana bangunan yang dirancang akan dibangun sangat berpengaruh pada desain yang akan dihasilkan. Ini dilakukan demi membuat desain yang efisien dan tidak memerlukan banyak sumber daya.
  • Bangunan yang dibangun di negara tropis jelas akan berbeda kebutuhannya dengan bangunan yang dibangun di negara beriklim dingin. Kebutuhan dari bangunan jelas akan berbeda dan itu pun berpengaruh pada desain yang dirancang.
  • Faktor agama merupakan salah satu faktor abstrak, namun sangat sensitif. Hal ini didasari pada faktor keyakinan manusia, bahwa masih ada dzat yang memiliki kekuatan lebih besar dari pada yang dapat dijelaskan oleh nalar.
  • Kemajuan teknologi yang ada akan turut mempengaruhi desain arsitektur yang ada. Seperti misalnya hadisnya konsep smarthome yang kini semakin populer.
  • Budaya masyarakat setempat sulit untuk dilepaskan dari desain bangunan yang dirancang. Ini dilakukan demi sense of belonging dari masyarakat sekitar terhadap bangunan yang akan dibangun.
  • Faktor imajinasi lebih bersifat insidental dan apa adanya. Imajinasi sang arsitek saat membuat rancangan desain arsitektur tidak bisa dipaksakan dan dapat dipengaruhi oleh apa saja.

Macam-macam jenis Desain Arsitektur yang Banyak Dikenal

Seperti yang telah disinggung, bahwa desain arsitektur adalah sebuah kebutuhan. Faktanya, kebutuhan ini tak dapat dipenuhi oleh satu jenis desain bangunan saja. Terlebih ada banyak faktor yang turut memberikan pengaruh dalam hasil desain yang disuguhkan. Berikut adalah beberapa gaya atau aliran desain dalam arsitektur yang banyak diaplikasikan dalam merancang bangunan:

1. Gaya Victorian

Gaya ini muncul pada era kepemimpinan Ratu Victoria di Inggris sekitar abad ke-19, sehingga segala sesuatu dari masa ini dikenal sebagai gaya Victorian. Ciri khas dari bangunan bergaya ini yaitu merupakan peralihan dari gaya gothic yang digandrungi di dataran Eropa pada masa-masa sebelum itu. Selain itu, akulturasi dengan gaya bangunan Timur Tengah dan Cina pun banyak dilakukan demi menghadirkan nilai estetika.

2. Gaya Islam

Islam yang semakin berkembang sejak abad ke-7 masehi terus menyebarkan pengaruh hingga ke dataran Eropa yang masih mengalami masa dark ages. Pusat-pusat kebudayaan Islam seperti Persia, Afrika Utara, hingga Andalusia (Spanyol) pun menjadi dream places untuk ditinggali. Bangunan-bangunan dengan lengkung serta desain geometri. Selain itu, bagian interior mendapatkan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan eksteriornya.

3. Gaya Romanesque atau Norman Arsitektur

Bangunan-bangunan di abad ke-10 banyak yang mengadopsi gaya ini. Dengan detail lingkaran sebagai pintu dan jendela. Selain itu, hiasan ukiran batu dengan motif sulur-sulur bunga pun bisa ditemukan di bagian pintu. Gaya ini sendiri utamanya mengadopsi dari desain arsitektur khas Romawi yang pernah menguasai hampir separuh dataran di dunia.

4. Gaya Baroko

Gaya ini sendiri berpusat di Itali sekitar abad ke-16 dan masih mengadopsi gaya Romawi. Dikenal pula sebagai versi formal dari gaya Romawi yang pernah populer pada masanya. Ciri khas dari gaya desain arsitektur ini adalah tampilan yang terkesan sombong dan memang sengaja dibuat untuk mengundang decak kagum.

5. Gaya Bauhaus

Gerakan Bauhaus di Jerman pada awal abad ke-20 turut menumbuhkan gaya baru dalam arsitektur kala itu. Bangunan dengan gaya ini memiliki desain yang terkesan simpel, hanya berbentuk seperti kotak dari luar. Di bagian dalam pun tak kalah sederhananya, dengan konsep open floor plan. Hingga sekarang, desain gaya arsitektur Bauhaus ini masih banyak diaplikasikan pada bangunan-bangunan modern.

6. Gaya Neo Klasik

Sebagai jawaban pada gaya Baroko, Neo Klasik muncul pada abad ke-18. Gaya arsitektur ini mengangkat kembali arsitektural lama yang pernah berjaya – yakni Yunani Kuno dan Romawi. Yang menjadi penekanan pada gaya Neo Klasik yaitu kesan elegan dalam kesederhanaan, namun tetap memperhatikan kesimetrisan bangunan.

Baca juga :: Sekilas sejarah Arsitektur dunia dan Indonesia

Selain beberapa gaya desain arsitektur yang telah disebutkan, masih ada banyak gaya lain yang dianut. Setiap gaya desain tersebut dibuat sesuai dengan kebutuhan yang harus dipenuhi pada masa bangunan itu dibangun. Di Indonesia sendiri, arsitektur Jawa menjadi salah satu primadona yang sering diusung karena dianggap mampu menjawab semua kebutuhan yang ada. Hal ini pun menegaskan bahwa desain arsitektur adalah sesuatu yang dinamis, sesuai dengan keinginan pembuatnya.

Desain Arsitektur Adalah Sebuah Jawaban Kebutuhan | volga writer | 4.5

Leave a Reply