Desain Arsitektur Vs Desain Interior

Saat mendengat istilah desain dan arsitektur yang terlintas biasanya kegiatan yang berhubungan dengan sebuah bangunan. Padahal, desain arsitektur adalah salah satu cabang seni rupa dengan cakupan yang cukup luas. Berikut ini akan diulas sedikit mengenai desain dalam arsitektur itu seperti apa, simak ya.

Pengertian Desain Arsitektur

Jika membicarakan pengertian maka desain arsitektur adalah salah satu seni yang dilakukan seseorang untuk menggambarkan imajinasi serta ilmu yang dimiliki dengan menuangkannya pada suatu rancangan bangunan. Sementara kalau diartikan lebih luas lagi maka desain dalam arsitektur merupakan salah satu kegiatan merancang dan membangun di lingkungan mikro atau makro.

Jika dilihat di tingkat mikro, desain dalam arsitektur adalah kegiatan merancang suatu bangunan dengan cakupan desain bagunan, perabot, dan desain produk. Sedangkan dalam tingkat makro, desain arsitektur adalah kegiatan merencanakan kota serta arsitektur lanskap.

Prinsip Dalam Desain Arsitektur

Perlu diketahui dimana bangunan yang baik memiliki tiga elemen yaitu keindahan, ketahanan, dan kegunaan. Tiga elemen itu saling melengkapi dan terhubung satu dengan lainnya. Agar terwujud ketiga elemen itu ada prinsip yang harus diperhatikan dalam desain arsitektur.

1. Proporsi Desain dalam Arsitektur

Proporsi dalam desain sebuah arsitektur adalah kesesuaian dimensi dengan lingkungan yang ada disekitar arsitektur itu sendiri serta fungsi seperti lokasi, letak atau posisi, dan objek lain yang ada. Prinsip ini diterapkan pada semua desain dalam arsitektur yang nantinya bisa menciptakan kesan estetis pada bangunan.

2. Irama

Irama yang ada dalam desain pada arsitektur adalah elemen yang mengarah kepada keharmonisan yang dilihat dari segi bentuk, warna serta dekorasi sebuah ruangan. Jenis irama dalam desain bangunan ini ada yang statis dan ada yang dinamis.

Statis di sini artinya pola yang diulang bersifat sama dan konsisten. Misalnya dalam meletakkan hiasan dinding katakana bingkai foto, posisi dan jaraknya sama dan konsisten. Sedangkan irama dinamis adalah pola yang diulang memiliki lebih dari satu aspek.

Contoh dari irama dinamis ini sendiri misalnya pola warna yang dibuat selang-seling pada fasad rumah, namun polanya teratur. Atau contoh lainnya meletakkan kursi dan meja dengan posisi selang seling secara konsisten.

3. Komposisi (Sequence)

Komposisi dalam desain sebuah bangunan arsitektur adalah cara menata elemen agar jadi nyaman. Misalnya saja penataan denah komposisi ruang atau lebih rincinya menata interior ruang tamu. Perlu dicatat setiap ruangan ada tiga zona berdasar fungsi yaitu public, private dan service.

Zona public artinya ruangan yang dapat digunakan orang luar dari anggota inti rumah misalnya halaman atau teras serta ruang tamu. Untuk zona private adalah zona yang hanya digunakan keluarga inti misalnya kamar tidur. Zona service digunakan untuk perawatan rumah seperti gudang atau ruang laundry.

Dilihat dari zonanya maka penataan tiap zona harus sesuai alur. Ruang tamu di depan, kamar tidur dipastikan tidak berdekatan atau berhadapan dengan zona service.

4. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan ini juga menjadi penentu apakah desain dari arsitektur sudah baik atau belum. Unsur ini sendiri ada dua yaitu simetris dan asimetris. Keseimbangan yang simetris dapat dikatakan menentukannya terbilang mudah. Kuncinya ialah pada bagian objek memiliki visual yang mirip atau serupa. Objek tersebut misalnya saja perabotan, dekorasi pada dinding, atau denah bangunan.

Arsitektur dengan desain asimetris yakni objek yang ditata dengan bentuk yang tidak seimbang tapi memiliki kontras pada satu sisi di dalam suatu ruangan. Ini lebih beresiko dilakukan karena memerlukan nalar pada seni yang cukup tinggi agar tercipta keseimbangan yang nantinya bisa mempelihatkan nilai estetika yang baik.

5. Point of Interest

Point of interest dalam desain melalui arsitektur adalah prinsip yang membuat sebuah unsur kontras menjadi hal utama atau menonjol dalam sebuah desain, bisa dari interior atau arsitektural. Misalnya saja dalam pemilihan perabot, meletakkan sofa dengan warna yang mencolok katakana merah atau kuning dalam ruangan yang memiliki dominasi warna putih.

Contoh lainnya lagi adalah membuat sebuah bukaan ruangan yang unik misalnya jendela dengan bentuk bulat.

6. Skala

Skala adalah elemen yang memperhatikan perbandingan ruang. Misalnya saja ada ruangan yang luas dengan langit-langit yang rendah bisa menimbulkan rasa pengap. Atau membuat langit-langit lebih tinggi dari ukuran standar karena ingin menciptakan suasana megah.

Jadi pada dasarnya skala ini sendiri tidak ada patokannya karena unsur ini disesuaikan dengan kesan yang ingin diciptakan pada suatu ruangan.

7. Kesatuan Desain

Kesatuan desain merupakan prinsip penting yang harus diperhatikan saat membuat rancangan produk, karena desain dalam arsitektur dapat membuat beragam elemen arsitektural terlihat harmonis satu sama lain. Untuk bisa menciptakan keharmonisan tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan warna, bentuk, material dan gaya dari suatu desain.

Contohnya saja beragam jenis kursi dengan model atau gayanya masing-masing untuk ruang makan dilengkapi dengan elemen khusus seperti bantal yang memiliki warna dominan dari ruangan tersebut. Hal itu membuat susunan kursi menjadi serasi.

Contoh lainnya dari prinsip uniti dalam sebuah arsitektural desain adalah menata foto dengan ukuran serta warna yang bervariasi namun menggunakan bingkai foto yang memiliki bentuk yang sama. Saat dilihat maka tatanan bingkai foto tersebut terlihat menyatu dan memiliki nilai estetika tersendiri.

Desain Arsitektur vs Desain Interior

Desain arsitektur sendiri kadang masih dianggap sama dengan desain interior. Nyatanya dalam praktek kedua istilah tersebut ada perbedaan yang sangat mendasar. Dalam mendesain arsitektur seorang desainer atau arsitek melakukan perancangan pada interior dan eksterior lingkungan. Sementara desainer interior melakukan perancangan dalam ruangan yang sudah jadi agar memiliki nilai estetika.

Seorang arsitek bisa membantu seorang desainer interior namun hanya sebatas bagian luar dari bangunan atau rumah. Namun untuk seorang desainer interior tidak bisa membantu arsitek karena ruang lingkup kerjanya tidak sesuai.

Dengan adanya arsitek yang menerapkan ilmu desain dan arsitektur, suatu bangunan akan menjadi sebuah karya seni yang indah serta memiliki fungsi yang baik. Sebagai info tambahan seorang arsitek memiliki perhitungan matematika dan logika yang sangat kuat untuk kestabilan suatu bangunan.

Namun jika ingin memperindah suatu ruangan dalam rumah atau bangunan maka desainer interior lebih mengerti dan ahli dalam urusan dekorasi. Well, itu dia sedikit ulasan tentang desain arsitektur. Semoga bermanfaat.

Desain Arsitektur Vs Desain Interior | volga writer | 4.5

Leave a Reply