Hiasan Dalam Arsitektur Pada Berbagai Gaya

Hiasan merupakan sebuah hal yang tidak menekankan sesuatu berdasarkan fungsi, melainkan pada nilai estetikanya. Hampir semua benda membutuhkan suatu hiasan untuk memberikan kesan mendalam terhadapnya. Termasuk juga hiasan dalam arsitektur. Ornamen atau biasanya disebut dengan hiasan berguna untuk menunjang estetika desain dalam dunia desain arsitektur.

Hampir semua bangunan itu memiliki nilai seninya sendiri, bahkan ada yang sampai memakai filosofi disetiap sudut rumahnya. Bukan hal yang jarang memang, tapi masih sedikit orang yang betul-betul memaknai setiap ornamen di rumahnya. Biasanya, mereka yang memiliki jiwa seni yang tinggi tak segan untuk memberikan aksen seni pada setiap ruang bangunannya.

Arsitektur sendiri merupakan merupakan sebuah seni desain bangunan yang juga menonjolkan keindahan, pola, gaya dan juga keindahan desain dalam penampakannya. Ada beberapa hiasan dalam arsitektur yang bisa dijadikan referensi dalam sebuah bangunan, untuk informasi lengkapnya, simak penjelasan berikut ini:

1. Ornamen Baroque

Berasal dari sebuah negara Italia, sebuah hiasan arsitektur yang dikenal dengan eksplorasi bentuk yang dramatis. Gaya Baroque ini lahir pada masa Baroque, tepatnya akhir abad ke-16 silam. Siapapun yang melihat penampakan arsitektru bangunan dengan hiasan atau ornaman Baroque ini pasti akan langsung mengatakan “wah” karena kemegahan yang dimiliki oleh bangunan tersebut.

Penampakan nan megah ini lahir karena proporsi yang sangat besar atau disebut juga dengan istilah gigantisme. Gigantisme ini sendiri sudah menjadi ciri khusus yang dimiliki pada masa Baroque ini. Baroque lahir dan terus berkembang hingga menjadi inspirasi seseorang dalam membuat atau mendesain sebuah bangunan yang dimilikinya.

Karakteristik yang paling mencolok dari bangunan yang mengadopsi desain baroque ini adalah adanya pilar-pilar yang menjulang tinggi ataupun pintu besar yang terdapat dan dibingkai ukira-ukuran yang cukup khas dengan ukuran yang terbilang cukup fantastis besarnya untuk ukuran ornamen-ornamen bangunan pada umumnya.

2. Ornamen Bizantium

Bizantium arsitektur memiliki ornamen yang secara sekilas mirip dengan arsitektur dari Romawi sebelumnya. Bagaimana tidak, hampir seluruh bagian seperti pola, gaya, dan elemen-elemen lain sangat menyerupai arsitektur Romawi terdahulu ini. Jika ingin diperhatikan secara mendalam, ciri khas yang masih melekat hingga sekarang ialah ragam hias geometrisnya.

Memiliki ragam hias geometris namun dalam versi lebih tinggi kompleksitasnya membuat ornamen bizantium memiliki daya tarik yang tak kalah menariknya dari ornamen baroque tadi. Tak hanya itu, hiasan dalam arsitektur ini dilengkapi dengan hadirnya mosaik-mosaik sebagai pengganti dari fungsi elemen dekorasi.

Meskipun bangunan yang memiliki ornamen bizantium ini tidaklah semegah baroque, namun tidak mengurangi keindahan dan daya tariknya. Pemakaian pola arsitektur khas bizantium ini banyak ditemukan di bangunan-bangunan tempat ibadah yang ketenarannya bisa dilihat sampai saat ini. Digunakan oleh rumah ibadah karena ornamen bizantium dipercaya memiliki nilai kesakralannya sendiri.

3. Ornamen Gothic

Hiasan dalam arsitektur yang selanjutnya adalah yang memiliki ornamen gothic. Mungkin beberapa pembaca sudah ada yang pernah mendengar desain bertemakan gothic ini. Penggunaan pola dalam arsitektur ini sendiri masih mengadopsi gaya klasik. Adapun yang menjadi ciri khas dari arsitektur ini adalah keberadaan gubahan bentuk menjulang hingga ke atas.

Banyak sekali contoh bangunan yang menjadikan gaya gothic ini menjadi arsitektur desainnya. Beberapa diantaranya adalah Geraja Katedral yang terletak di Jakarta. Gereja ini meruoakan perwujudan arsitektur bertemakan gothic. Selain itu, ada banyak lagi ornamen-ornamen pada bangunan yang mengindikasikan bahwa bangunan ini termasuk aliran arsitektur gothic.

Ciri khas yang juga bisa ditemui dalam penerapan gaya gothic adalah patung-patung yang dalam pemasangnanya membentuk diorama. Penerapan gaya ini selalu di adopsi oleh bangunan-bangunan sakral dan juga klasik. Hal tersebut dikarenakan adanya pendapat bahwa gaya gothic merupakan arsitektur yang suci dan juga sakral bagi beberapa aspek kehidupan.

4. Ornamen Era Modern

Semakin berkembangnya peradaban tentu saja ikut mempengaruhi dunia arsitektur. Seperti data yang menyebutkan bahwa pada masa pasca perang kedua, arsitektur banyak sekali mengalami perubahan dan juga perkembangan yang cukup signifikan. Banyak sekali paham-paham modern yang berkembanh dan secara otomatis mempengaruhi pula aspek lain, termasuk arsitektur ini.

Perkembangan peradaban dan masuknya paham-paham modern membuat citra arsitektur sangat dipengaruhi. Dulunya konsep-konsep minimalis selalu menjadi kiblat dari dunia arsitektur, sekarang ini konsep “less is more” dan juga “form follows function” mulai dikenali dunia bahkan menjadi kompas dari arsitektur bahkan hingga saat ini.

Meskipun zaman terus berganti, ada beberapa elemen arsitektur yang dirasa cukup relevan untuk terus digunakan hingga masa sekarang. Tidak menutup kemungkinan hiasan dalam arsitektur itu berkolaborasi satu sama lain dan menciptakan seni desain lain yang tak kalah menariknya untuk dijadikan sebuah inspirasi.

5. Arsitektur Minimalis

Mungkin salah satu desain arsitektur ini masih mengadopsi ornamen era modern yang sudah dijelaskan sebelumnya. Penerapannya arsitektur minimalis sendiri merupakan tipe arsitektur yang pembangunanya didasari oleh “less is more”. Konsep yang banyak digunakan dalam arsitektur minimalis ini adalah konsep simplicity. Dalam perwujudannya, konsep simplicity ini dibuktikan dengan geometris yang simple, tanpa hiasan berlebihan, material yang digunakan juga sederhana.

Dengan menggunakan konsep simplicty yang repitisi struktur bangunan yang nampak teratur membuat arsitektur minimalis tetap mempertahankan kualitas esensial dari bangunan yang ada. Penggunan hiasan dalam arsitektur ini tergolong sedikit, dikarenakan semua elemen dalam bangunan lebih menekankan pada fungsionalnya saja.

Biasanya geometris dari bangunan minimalis itu sederhana tanpa dekorasi. Dengan bentuk yang biasanya persegi lalu dicat sepolos mungkin menjadi salah satu ciri khusus yang dimiliki oleh bangunan yang mengadopsi gaya minimalis ini. Detail setiap ruangan juga tidak terlaku rumit, bahkan tergolong simpel namun tetap elegan terlihat.

Ada beberapa orang yang memiliki gaya dan seninya masing-masing. Bagi yang memiliki jiwa klasik, mungkin arsitektur bizantium dan baroque bisa menjadi pilihan yang sangat tepat untuk desain bangunan yang dimiliki. Juga bagi penggemar desain simple, bisa menjadikan desain minimalis sebagai pedoman dalam mendesain arsitektur bangunan.

Demikianlah tadi beberapa elemen, gaya, pola, serta hiasan dalam arsitektur yang sudah dikenala di seluruh penjuru dunia. Meskipun ada beberapa ornamen yang bahkan sudah lama, namun sepertinya masih lazim untuk digunakan hingga saat ini. Sekian artikel kali ini , semoga bisa menjadi referensi dan bacaan yang bermanfaat untuk semuanya.

Hiasan Dalam Arsitektur Pada Berbagai Gaya | volga writer | 4.5

Leave a Reply