14 Jenis Gaya Interior Yang Terpopuler

Pada saat membeli rumah tidak hanya sekedar membeli rumah saja untuk tempat tinggal, namun juga untuk membeli kenyamanan serta nilai estetika dari sebuah rumah. Adanya kenyamanan dan nilai estetika ini bisa terwujud jika ada beberapa jenis desain interior yang ditawarkan. Ada beberapa macam jenis interior rumah atau bangunan yang bisa menjadi inspirasi.

Dalam memilih desain interior tentu harus disesuaikan dengan selera dan budget yang ada. Atau jika ingin merancangnya sendiri maka bisa dilakukan dengan memadukan berbagai macam poin penting dari kekhasan masing-masing desain interior. Ada beberapa jenis desain interior yang memang populer di dunia dan bisa menginspirasi untuk mendesain rumah.

1. Gaya Interior Skandinavia

Tak banyak dekorasi yang disajikan dalam desain interior Skandinavia ini. Ciri yang paling mencolok adalah kesan warna putih yang terlihat alami. Seperti lantai keramik yang berwarna putih atau menggunakan material kayu.

Gambar dibawah merupakan contoh gaya interior skandanavia


Untuk penataan dekorasi ruang, terutama ruang keluarga, disajikan dengan penataan furnitur yang rapi dan tidak ada kesan berantakan. Dan memberikan kesan nyaman serta bersih.

2. Gaya Interior Modern

contoh desain interior bergaya modern
contoh desain interior bergaya modern

Di era saat ini, jenis interior desain modern juga banyak peminatnya. Pada desain gaya modern, beberapa unsur untuk mendesain interior tersebut mirip dengan desain minimalis. Namun, pada interior modern menggunakan furnitur berupa material besi dan kaca agar menciptakan suasana mewah, mengkilap dan modern.

3. Gaya Interior Tradisional

Gaya Interior Tradisional

Elemen kayu merupakan ciri khas dari jenis desain interior tradisional. Desain ini merupakan ciri khas dari budaya setiap daerah. dimana setiap bangsa memiliki ciri khas yang berbeda-beda dalam penataan desain interiornya dahulu. Adanya penggunaan bagian kayu digunakan pada setiap bagian rumah. Seperti lantai yang terbuat kayu, meja, tempat duduk, lemari, hingga dekorasi. Kayu yang berwarna cokelat memberikan kesan yang hangat. Serta menciptakan suasana alami sebagai pelengkap kebersamaan penghuni rumah.

4. Gaya Interior Vintage

Gaya Interior Vintage
Contoh Gaya Interior Vintage

Dengar kata vintage, jadi terasa seperti sesuatu hal yang cantik dan manis. Warna lembut merupakan ciri dari desain interior vintage yang terlihat unik dan menarik. Warna yang mendominasi ada kuning, pastel, abu-abu, hijau muda, dan putih.

Pada desain interior yang diterapkan pada sarung bantal serta untuk pelapis sofa dengan motif bunga-bunga berukuran kecil. Sedangkan untuk tatanan ruang tamu desain vintage ini menggunakan material kayu. Dibuat dengan sentuhan cat yang sedikit terkelupas agar memberikan kesan zaman dulu.

5. Gaya Interior Shabby Chic

Gaya Interior Shabby Chic

Jenis desain interior shabby chic ini bercampur dengan gaya vintage yang begitu feminin serta lembut. Untuk bagian interior shabby chic didominasi dengan warna pastel, krem serta putih. Shabby yang berarti lusuh ini menuangkan gaya desain dengan tampilan furnitur-furnitur yang tampak lusuh pada interiornya.

Penggunaan barang bekas yang bernilai tua untuk furnitur serta meja dan lemari kayu yang catnya mulai mengelupas terlihat begitu lusuh. Misalnya saja pada peti kemas kayu yang beralih fungsi menjadi meja, drum besar sebagai kursi dan kaleng bekas untuk pot tanaman.

6. Bohemian

Bagi yang identik memiliki jiwa bebas serta sangat ekspresif, gaya interior bohemian sangat cocok dipakai. Dengan penggunaan karpet serta kain-kain pada penampilan ruangan yang begitu ramai merupakan ciri khas Bohemian.

contoh gaya interior bohemian

Untuk bohemian sendiri ternyata memadukan berbagai macam motif serta warna-warna sekaligus di dalam satu ruangan. Misalnya saja, sarung bantal hijau dan karpet berwarna merah, dan dekorasi Mandala tapestry. Sangat menonjolkan kesan bohemian. Penggunaan 2 jenis sofa dan berbeda warna pun tidak jadi masalah.

7. Kontemporer

Tren masa kini salah satunya adalah jenis interior desain kontemporer yang mewakili masa kini. Dominasi dari desain tersebut terlihat dari garis ramping serta kontras. Seiring berjalannya waktu, desain kontemporer pun mengalami perkembangan, pada teknik pencahayaan yang digunakan agar fokus ke aksen interior dinding.

Biasanya dalam desain interior ini penggunaan bahan berupa bahan sutra, beludru, linen, serta wol. Dipakai dan diterapkan pada dekorasi seperti bantal dan bed cover. Serta adanya baja dan krom pada dekorasi lampu, hiasan dinding serta meja.

8. Industrial

Jenis desain interior industrial mendominasi warna hitam dan abu-abu. Yang menjadikan inspirasi adalah gudang industri. Interior industrial material berupa langit beton dan baja. Jika di luar negeri orang bahkan melakukan renovasi bekas gudang agar mendapatkan interior industrial yang dominan. Untuk furnitur biasanya menggunakan desain interior dengan material metal dan besi. Jika akan memasang interior tersebut harus memiliki langit-langit bagian rumah yang tinggi.

9. Minimalis

Di mata masyarakat, jenis desain interior paling populer adalah minimalis. Yaitu sebuah tempat yang mungil degan gaya sederhana. Dipadukan dengan warna netral seperti hitam, abu-abu dan putih. Untuk interior ruangan tidak memiliki dekorasi yang banyak. Hanya saja furnitur yang digunakan bergaris bersih dan berbentuk sedeharna, yaitu bulat dan kotak.

10. Transisi

Transisi merupakan sebuah desain yang memadukan antara modern serta tradisional. Penggunaan bahan serta furnitur dengan material besi serta kaca. Sementara untuk warna biasanya menggunakan warna netral seperti putih dan coklat. Dengan adanya desain interior tersebut maka akan terasa nyaman bagi penghuninya. Serta menambahkan suasana hangat di dalam ruangan.

11. Mid Century Modern

Desain jenis mid century-modern ini sangat populer pada tahun 1950an. Ciri khas yang digunakan dalam interior ini merupakan warna yang hangat serta alami, contohnya cokelat. Warna lain yang dipilih seperti hijau zaitun, orange, kuning dan abu-abu. Untuk furnitur yang digunakan terdapat lekukan halus dan bentuk geometris.

12. Nautical

Desain interior nautical ini sering menggunakan motif garis-garis biru putih. Dan menyajikan beberapa pajangan dengan tema nuansa laut yaitu pasir, kulit, kerang atau kemudi kapal yang menjadi hiasan dinding. Desain interior seperti ini sangat cocok untuk penyuka warna biru dan untuk bangunan rumah dekat pantai.
Warna biru dengan suasana pantai atau laut merupakan ciri khas nautical. Dengan warna interior dominan putih dan biru untuk dekorasi ruangan.

13. Rustic

Desain interior rustic ini memperlihatkan elemen kayu dan sentuhan akhir batu alam. Dilihat dari dinding batu bata yang naturan, langit-langit rumah yang sengaja terlihat serta adanya furniture kayu. Desain rustik ini sebenarnya terlihat kasar dari segi bahan namun terasa hangat dan unik.

14. Victorian

Desain victorian memperlihatkan furnitur yang begitu rumit dan penuh lekukan. Yaitu digantungnya lampu kristal pada langit-langit dengan lukisan yang memiliki seni tinggi. Desain victorian biasanya dijumpai pada bangunan Eropa. Yaitu sebuah desain interior dengan kesan warna mewah seperti emas dan putih gading.

Dengan adanya beberapa jenis desain interior yang merupakan inspirasi pada saat akan membuat rumah atau menciptakan ruangan yang berbeda. Maka banyaknya desain tinggal disesuaikan dengan selera dan cara untuk mulai menata desain tersebut. Tampilkan ciri khas dari desain interior yang dipilih kemudian tinggal mengaplikasikan dengan memadupadankan semua unsur yang ada. Seperti furnitur dan dekorasi pada dinding.

14 Jenis Gaya Interior Yang Terpopuler | volga writer | 4.5

Leave a Reply