Perbedaan desain simetris dan asimetris beserta contohnya

Perkembangan desain grafis saat ini tidal lepas dari konsep simetris dan asimetris. Apalagi kedua konsep ini menjadi dasar penting untuk mendapatkan karya grafis yang sangat ideal. Masing-masing dari konsep desain ini didukung dengan elemen berbeda dan penggunaan di banyak bidang. Tentu saja ada beberapa hal yang menjadi latar belakang penting dari perbedaan desain simetris dan asimetris. Biasanya konsep dari kedua bagian penting ini tidak hanya digunakan dalam dunia desain grafis saja, namun diperuntukkan bagi perkembangan ilmu arsitektur di seluruh dunia.

perbedaan desain simetris dan asimetris

Pengertian desain simetris dan asimetris

Sebelum mencoba untuk mengulas lebih dalam tentang perbedaan desain simetris dan asimetris sebaiknya anda harus mengerti dasar dari masing-masing konsep desain itu. Hal ini akan memudahkan anda untuk mendapatkan contoh dan peruntukkan desain yang sangat ideal. Perkembangan konsep seperti ini juga akan melibatkan objek desain yang bisa ditemui di dalam kehidupan sehari-hari atau pada bidang profesional.

  1. Pengertian desain simetris

Desain Simetris merupakan sebuah gambaran objek atau karya desain yang memiliki persamaan satu sisi dengan lainnya bila dibagi menjadi dua. Biasanya kedua sisi dari bagian objek itu akan memiliki ukuran dan bentuk garis yang sama. Persamaan sisi itu akan terlihat pada seluruh bagian dari mulai sisi miring, diagonal atau pembentukan garis lainnya.

  1. Pengertian desain asimetris

Desain Asimetris merupakan antithesis atau kebalikan dari desain simetris. Pengertian dari desain asimetris adalah gambaran objek atau karya desain grafis yang memiliki perbedaan bentuk atau ukuran dari sisi yang dibagi menjadi dua bagian. Hal ini terlihat pada kedua sisi yang tidak memiliki ukuran dan bentuk garis yang sama satu dengan lainnya. Bahkan, kedua sisi dari objek itu tidak terlihat seimbang sama sekali. Biasanya sisi miring, titik diagonal hingga garis yang dibentuk tidak sama atau menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok.

perbedaan desain simetris dan asimetris

Cara mudah mengetahui perbedaan desain simetris dan asimetris

Sebenarnya untuk mengetahui perbedaan desain simetris dan asimetris cukup mudah. Ada beberapa elemen yang perlu dilibatkan agar hasil dari perbedaan ini bisa terlihat sangat jelas. Objek yang digunakan juga bisa terdiri dari banyak bagian. Biasanya perbedaan yang paling mencolok objek yang menggunakan konsep simetris dan asimetris tentu saja berkaitan dengan seluruh garis yang berada di bagian tepi luar.

Cara yang paling mudah untuk mengetahui perbedaan antara kedua konsep dari desain grafis ini dimulai dengan membagi dua bagian dari objek utama. Anda bisa menarik garis lurus yang ditempatkan di bagian tengah dari objek atau gambar itu. Selanjutnya lakukan perhitungan dengan melibatkan seluruh garis atau diagonal hingga kemiringan dari masing-masing bagian atau sisi. Bila kedua sisi dari objek itu memiliki ukuran dan bentuk garis yang sama maka dipastikan objek itu merupakan bagian desain grafis yang bersifat simetris. Namun, bila anda mendapatkan perbedaan yang sangat mencolok dari titik diagonal, ukuran garis dan tingkat kemiringan maka dipastikan bahwa objek itu bersifat asimetris.

Mungkin anda bisa menerapkan cara lain yang lebih tampak jelas dengan menggunakan elemen atau perlengkapan tambahan. Ambil salah satu objek desain grafis dengan bentuk fisik yang sudah ditentukan. Kemudian letakkan mistar atau penggaris yang memiliki ukuran atau panjang yang hampir sama dengan objek itu. Tempatkan mistar atau penggaris di bagian tengah dengan menggunakan titik sumbu ideal. Lipat objek itu menjadi dua bagian berdasarkan titik sumbu tengah yang sudah ditentukan. Perhatikan secara seksama seluruh bagian kedua sisi. Bila sisi bagian satu dengan lainnya memiliki bentuk dan ukuran yang sama maka objek itu merupakan simetris. Objek atau gambar grafis yang bersifat asimetris biasanya ditunjukkan dengan bentuk atau ukuran yang berbeda antara satu sisi dengan lainnya.

perbedaan desain simetris dan asimetris

Contoh yang mudah ditemukan dari perbedaan desain simetris dan asimetris

Sebenarnya anda bisa menemukan banyak contoh yang akan membedakan desain untuk konsep simetris dan asimetris. Berbagai contoh ini memang lebih banyak melibatkan detail tentang simbol atau logo. Salah satu contoh yang paling mudah untuk dijadikan elemen penting dari perbedaan ini adalah logo Palang Merah Indonesia. Ini adalah logo yang paling ideal yang bisa menunjukkan konsep secara menyeluruh. Logo Palang Merah Indonesia dianggap memiliki bentuk ideal bila dilakukan pembedahan atau pembagian dari sudut vertical atau horizontal. Pembagian itu akan menghasilkan bentuk dan garis yang masih sama. Dipastikan bahwa logo PMI merupakan desain grafis yang bersifat simetris.

Anda juga bisa melakukan pembedahan atau pembagian dari desain grafis lainnya yang bisa ditemukan. Biasanya sifat dari desain grafis simetris memiliki pola yang sama dari setiap sudut. Namun, bila anda menemukan logo atau desain suatu simbol dengan bentuk yang sangat unik dan berbeda biasanya itu akan bersifat asimetris. Beberapa simbol yang sangat unik akan terlihat menarik bila dilihat dari banyak sudut pandang. Apabila anda melakukan pembagian dari banyak bagian tentu saja masing-masing dari sisi akan memiliki ukuran dan bentuk yang cukup berbeda. Hal ini yang menjadi pembeda antara logo atau desain yang memiliki konsep simetris dan asimetris.

perbedaan desain simetris dan asimetris

Prinsip dasar dari desain simetris dan asimetris

Masing-masing dari desain yang digunakan untuk menghasilkan konsep simetris dan asimetris tentu saja memiliki prinsip. Hal ini yang biasanya menjadi dasar untuk memberikan penilaian terhadap sebuah objek dari banyak sudut pandang. Prinsip yang dimiliki oleh desain simetris dan asimetris juga kerap digunakan untuk membuat hingga menentukan detail ideal dari sebuah pembentukan objek baru seperti simbol atau logo. Berikut ini penjelasan beberapa prinsip dari desain simetris dan asimetris yang akan menjadi perbandingan secara umun, yaitu:

  1. Prinsip dasar desain simetris

Hal ini dimulai dengan keseimbangan yang dimiliki oleh desain simetris. Keseimbangan seperti ini bisa dilihat secara jelas melalui titik pusat atau yang sering disebut dengan garis sumbu di bagian tengah objek. Garis sumbu ini menjadi elemen penting untuk menjadi tola ukur dari seluruh bagian sisi bagian dari objek itu.

Prinsip utama dari desain simetris biasanya terletak dari sifat konvensional atau tradisional yang terangkum dalam seluruh sudut. Bahkan, beberapa sisi terlihat sangat kaku karena memiliki sudut pandang yang terlalu sama.

  1. Prinsip dasar desain asimetris

Keseimbangan dari desain asimetris tentu saja akan mempengaruhi prinsip dasar. Anda akan melihat bahwa seluruh sudut atau sisi dari bagian objek asimetris tidak terlalu beraturan. Bahkan, beberapa orang menganggap desain asimetris merupakan bagian dari perkembangan sisi modern dan dinamis. Ada beberapa bagian sisi yang terlihat sangat menonjol dan tidak membosankan.

Biasanya prinsi seperti ini sering digunakan pada beberapa perusahaan teknologi besar yang ingin terlihat menarik. Salah satu contohnya adalah logo perusahaan teknologi Apple yang unik dan berbeda sehingga terlihat asimetris.

tags:

desain simetris dan asimetris, desain simestris adalah, pengertian desain simetris dan asimetris
Perbedaan desain simetris dan asimetris beserta contohnya | tokogulali | 4.5

Leave a Reply